Latest Post

Manisnya Negeriku - Ciptaan : Pujiono



Manisnya NEGERIKU
**********************
Ciptaan : Pujiono dengan Siulannya

intro : G D Em C G Em C D
          G Bm Am C D

Memang manis, manis gula gula
Begitu juga Negeri Kita Tercinta
Banyak Suku, Suku dan Budaya
Ada Jawa Sumatra Sampai Papua

Semuanya Ada disini
Hidup Rukun Damai Berseri-Seri

Ragam Umat, Umat Agamanya
Ada Islam, Ada Kristen, Hindu, Budha
Semuanya ada disini
Bersatu di "BHINEKA TUNGGAL IKA"

Reff :
INDONESIA Negara Kita Tercinta
Kitaa..aa.. Semua Wajib Menjaganya
Jangan Sampai Kita Terpecah Belah
Oleh Pihak Lainnya

PANCASILA Dasar Negara Kita
Dengan UUD Tahun 45 Nya
Jangan Sampai Kita Diadu Domba
Oleh Bangsa Lainnya

Intro : Siulan…

Video : https://www.youtube.com/watch?v=R3d_GRfUR74


Sumber : https://www.facebook.com/notes/rary-tri-guntara/manisnya-negeriku-ciptaan-pujiono/10151907299238015
 

"Selamat Hari Natal untuk yang merayakannya semoga damai selalu"

Om Swastiastu

Dalam Tri Hita Karana kita diajarkan tentang :

1. Hubungan Manusia dengan Tuhan
2. Hubungan Manusia dengan Manusia
3. Hubungan Manusia dengan Alam

Dalam kaitannya dengan Natal sudah sepantasnya kita mengambil poin kedua yaitu hubungan manusia dengan manusia.

"Selamat Hari Natal untuk yang merayakannya semoga damai selalu"

Om Santih, Santih, Santih, Om
 

"Eda Ngaden Awak Bisa Depang Anake Ngadanin" Ala Jokowi


Eda ngadèn awak bisa
depang anakè ngadanin
geginane buka nyampat
anak sai tumbuh luhu
ilang luhu bukè katah
yadin ririh liu enu paplajahan


Terjemahannya :
Jangan merasa diri pandai
Biar orang lain menilai
Hidup ibarat menyapu
Sampah ada selalu
Hilang sampah, debu beribu-ribu
Meski pintar, berjuta hal belum kau kenal

Foto : deviantart.com

Begitulah syair tembang pupuh ginada yang sangat populer di masyarakat Bali. Sebuah syair yang mengisyaratkan tentang  petuah atau nasehat agar kita selalu memiliki sikap rendah hati dan selalu giat belajar dan menempa diri agar kita dapat berkembang karena ilmu itu terus berkembang setiap saat.

Hal ini pulalah yang mungkin sedang di praktekkan oleh Pak Jokowi, Dimana disaat para tokoh Nasional berlomba untuk mencapreskan diri mereka karena mereka mungkin saja sudah merasa mampu memimpin dan mengelola negeri yang sedangterpuruk ini. Sementara Pak Jokowi tetap berjuang dan bekerja melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Gubernur. Jokowi terus bekerja dan bekerja yang secara tidak langsung menunjukkan kemampuannya dalam memimpin. 

Hal ini tentu saja semakin membuat kepopulerannya semakin meroket. Ditunjukkan dengan berbagai Survei yang menyebutkan bahwa Pak Jokowi sebagai Capres yang paling potensial dan paling berpeluang memenangkan Pilpres yang akan datang.

Padahal Pak Jokowi sendiri belum memproklamirkan diri sebagai Capres. Jokowi menunjukkan kemampuannya dengan bekerja dan menjalankan program-program pro rakyat. beliau tidak ikut ikutan latah  seperti yang lain yang sibuk membuat pencitraan untuk meningkatkan kepopulerannya sebagai capres.
Karena Citra seseorang akan dengan sendirinya meningkat jika orang itu melakukan hal hal yang baik. Seperti syair di atasEda ngadèn awak bisa, depang anakè ngadanin"
Jokowi adalah Capres yang tidak mencapreskan diri.


 

Pro Kontra Miss World



Seluruh media sekarang dipenuhi oleh Pro Kontra diselenggarakannya Miss World di Negeri yang kaya akan budaya yang adi luhung... Para pemrotes ajang ini datang dari ormas-ormas yang selama ini sering memenuhi headline media dengan aksi anarkis mereka menuduh bahwa ajang Miss World hanyalah ajang untuk mengumbar kemolekan tubuh wanita dan sangat tidak sesuai dengan budaya Indonesia.
Melihat hal itu saya jadi tergelitik, apakah mereka tidak sadar dan lupa ngaca. Apa kelakuan mereka udah sesuai budaya Nusantara...??? Apakah teriak teriak dijalan mukulin orang seenak udelnya juga merupakan budaya Negeri Indonesia...

Soal Budaya, Bali bisa dibilang sangat kuat mempertahankan dan melestarikan budaya dan kearifan lokal tidak seperti anggota ormas yang gak tahu dapet budaya barbar itu dari mana.
Kalau bicara soal maksiat apa kalian yakin mayoritas pelaku maksiat itu orang Bali yang beragama Hindu?
Masalah kriminal juga kalian bisa cek sendiri di Lp Kerobakan. Jadi sebelum menyebut Bali sebagai pulau maksiat kalian harusnya ngaca dulu.

Miss World itu kalau kita ngelihat dari sudut pandang yang positif sangat banyak manfaatnya. Para penentang misss world selama ini hanya menuduh kalau Miss World hanyalah kontes mengumbar aurat..mereka mungkin saja nggak tahu apa syarat untuk menjadi pemenang miss world n apa yg telah dilakukan pemenang miss world selama ini. Berikut ini adalah hal-hal yang harus dikuasai kontestan Miss World untuk memenangkan kontes tersebut.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus dikuasai kontestan Miss World untuk memenangkan kontes tersebut. 
1) Penguasaan memilih gaun, 
2) Penguasaan memilih pakaian renang. 
3)Pengetahuan dan penerapan diet. 
4) Menata rambut, make up dan senyum. 
5) Intelektual dan pengetahuan umum.

Poin 5, Intelektual dan pengetahuan umum adalah poin terberat. Untuk mempersiapkan diri menjadi pemenang Miss World, selain harus mampu berpidato di depan publik, kontestan harus menguasai pengetahuan mengenai:

Poin 5, Intelektual dan pengetahuan umum adalah poin terberat. Untuk mempersiapkan diri menjadi pemenang Miss World, selain harus mampu berpidato di depan publik, kontestan harus menguasai pengetahuan mengenai:
Aborsi dan hak-hak reproduksi
Achievement
Usia dan manula
Pelanggaran hukum dan pelanggaran lalu lintas
Pacar, pacaran dan pernikahan
Karir dan pekerjaan
Pandangan mengenai bedah plastik
Pengetahuan mengenai negara dan pariwisata
Kasus-kasus hukum yang terjadi dan kasus pada Mahkamah Agung
Hukuman mati
Perceraian
Obat-obatan, alkohol dan rokok
Masalah-masalah ekonomi dan perekonomian
Pendidikan dan sekolah
Pemilihan umum, dan pengetahuan tentang partai politik
Kebijakan energi dan lingkungan
Hiburan, TV dan Bioskop
Etika, kecurangan dan pencurian
Euthanasia
Iman, agama dan spiritual
Keluarga, orang tua, menjadi orangtua, kehidupan anak-anak
Kehidupan wanita
Persoalan kesetaraan gender
Kebebasan berbicara
Pertemanan dan menjalin hubungan
Ibu negara dan wanita-wanita yang berkarir di dunia politik
Perjudian
Tujuan dan cita-cita
Kepemilikan senjata
Jaminan kesehatan
HIV/AIDS
Homosexual
Imigran gelap
Masalah-masalah kesehatan
Masalah-masalah moral
Penggunaan nuklir dan perang nuklir
Ketelanjangan
Internet
Poligami
Politik dan masalah-masalah politik dalam negeri
Politik internasional
Pandangan politik
Pornography
Presiden dan Presidensial
Press, media dan reporter
Ras dan diskriminasi
Kegagalan
Role Model
Sex dan hidup bersama
Olah raga
Sukses, dan bagaimana menjadi sukses
Undang Undang
Terorisme dan keamanan nasional
Pengalaman traveling
Kehamilan tanpa pernikahan
Wanita dan politik
Tokoh-tokoh politik
Tokoh-tokoh penting dunia
Sejarah nasional
Sejarah internasional
Kejahatan dan tindakan kriminal
Militer dan perang

Dari semua pengetahuan umum yang harus diketahui kontestan Miss World di atas, dimana letak pornografi dan pornoaksinya? Dimana letak tidak ada manfaat bagi masyarakat Indonesia khususnya wanita? Saya rasa, para demonstran penolak Miss World ini, belum tentu bisa menguasai topik-topik yang harus dikuasai kontestan sebagai syarat memenangkan Miss World. Jadi, hanya wanita cantik dan cerdas saja yang bisa memenangkan kompetisi ini. Secerdas-cerdasnya wanita, jika pria hanya fokus melihat dada dan bawah pusar wanita saja, tentu saja jadi porno pikirannya.



Masyarakat Bali sangat antusias dengan pelaksanaan Miss World di Bali. Inilah bentuk demokrasi masyarakat Bali akan perbedaan, adat, agama, dan budaya.

Kontestan Miss World Silakan Enjoy di Bali..
 

Memaknai Hari Raya Tumpek Landep

Om Swastiastu

 "Sebelum dibaca postingan puniki, mohon bantuannya untuk melike Fanspage/halaman puniki dengan mengklik like/suka di pojok kanan atas dan jika dirasa bermanfaat bisa dishare ke semeton lainnya".


Hari raya Tumpek Landep sendiri merupakan rentetan setelah hari raya saraswati, dimana pada hari ini umat hindu melakukan puji syukur atas berkah yang telah diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Ida Bhatara Sang Hyang Pasupati. Perbedaan hari raya Saraswati dengan hari raya Tumpek Landep adalah dimana pada saat hari raya Saraswati umat hindu melakukan puji syukur atas turunnya ilmu pengetahuan dimana diimplementasikan dengan mengupacari berbagai sumber-sumber ilmu pengetahuan, seperti buku, lontar, prasasti dan berbagai sumber-sumber sastra dan ilmu pengetahuan lainnya. Sedangkan pada hari raya Tumpek Landep lebih mengucapkan puji syukur kepada Ida Bhatara Sang Hyang Pasupati yang telah menganugrahi kecerdasan dan ketajaman pikiran kepada manusia yang mana dari pikiran-pikiran  tersebut melahirkan daya cipta rasa dan karsa manusia dalam menciptakan sesuatu (output) yang dapat mempermudah kehidupannya untuk mencapai kebahagiaan.

Hari raya tumpek landep jatuh setiap Saniscara/hari sabtu Kliwon wuku Landep, sehingga secara perhitungan kalender Bali, hari raya ini dirayakan setiap 210 hari sekali. Kata Tumpek sendiri berasal dari “Metu” yang arinya bertemu, dan “Mpek” yang artinya akhir, jadi Tumpek merupakan hari pertemuan wewaran Panca Wara dan Sapta Wara, dimana Panca Wara diakhiri oleh Kliwon dan Sapta Wara diakhiri oleh Saniscara (hari Sabtu). Sedangkan Landep sendiri berarti tajam atau runcing, maka dari ini diupacarai juga beberapa pusaka yang memiliki sifat tajam seperti keris.

Dalam perkembangan zaman dan teknologi, perayaan hari raya Tumpek Landep tidak hanya mengupacarai benda-benda sakral/pusaka seperti keris dan peralatan persenjataan, melainkan juga benda-benda lain yang memiliki manfaat positif yang memberikan kemudahan dalam segala aktivitas dan kehidupan manusia. Adapun benda-benda tambahan yang juga sering kita lihat diupacarai para hari tumpek landep ini antara lain : motor, mobil, sepeda, computer, laptop, mesin pabrik, dan benda-benda lainnya.

Bagi umat hindu di Bali, senjata yang paling utama dalam kehidupan ini adalah pikiran, karena pikiranlah yang mengendalikan semuanya yang ada. Semua yang baik dan yang buruk dimulai dari pikiran, maka dari itu dalam perayaan hari Tumpek Landep ini kita diharapkan agar senantiasa menajamkan pikiran lewat kecerdasan dan mengendalikan pikiran lewat norma-norma agama dan budaya.

Begitu tingginya filosofi orang-orang Bali yang sangat memaknai segala sesuatu yang ada di dalam kehidupannya. Ini juga yang membuat Bali dikenal sangat unik dan eksotis bagi orang-orang yang pernah mengunjunginya. Hendaknya budaya-budaya nusantara seperti inilah yang sepatutnya kita lestarikan sebagai bentuk warisan para leluhur, yang menunujukkan jati diri dan karakter bangsa di tanah Nusantara. Semoga segala pikiran yang baik datang dari segala penjuru.

Om Santih, Santih, Santih, Om


oleh : Pinandita I Ketut Adi Wibardi
 

Tujuan Hidup menurut Hindu

Dharma artha kama moksanam sariram sadhanam
( Brahma Purana 228.45 )

Seperti menaiki sebuah tangga dengan 4 buah anak tangga
Tatah swayambhurbhagawan
Awyaktowyanjayannidam
Maha bhutadi wrttaujah
Predurasitta manudah (  Weda Smrthi Bab I.6 )
Artinya :
Kemudian dengan kekuatan tapa-Nya, Ia yang Maha ada menciptakan ini,
Maha butha ( unsur alam semesta ) dan lainnya nyata terlihat  melenyapkan kegelapan
So, bhidhyaya carirat
Swatsisrksur wiwidhah prajah,
Apa ewa sasarjadan tasu   (  Weda Smrthi Bab I.6 )
Artinya :
Ia yang menciptakan berbagai ciptaan ,
menjadikan dirinya sendiri,
diciptakannya mahluk-2 hidup yang beraneka ragam ,
mulai dengan memikirkannya,
diciptakannya air  dan meletakkan benih ke dalam

a)    Berdasarkan sloka tersebut diatas, maka dengan kekuatan tapanya Hyang Widhi beryadnya, mengorbankan dirinya untuk  menciptakan 

b)   Alam dan isinya termasuk kita, sehingga dalam perjalanan hidup manusia agar memproleh kebahagiaan  dibutuhkan tuntunan dan bantuan  Hyang Widhi dan alam sekitar, Rochaniawan, para pendahulu kita . Beliau telah mengorbankan dirinya kepada kita maka kitapun  wajib membalasnya seakan kita membayar hutang kepada beliau kendatipun beliau tidak mengaharapkannya. Hutang tersebut dalam Hindu disebut 

c)    Tri Rna ( 3 hutang ) yaitu : Dewa Rna ( Hutang kepada Hyang Widhi ), Rsi Rna ( Hutang kepada Pemuka agama, Pitra Rna ( hutang kepada leluhur, orang tua dan antar manusia ).

d)   Dalam mencapai tujuannya  manusia tidak terlepas dari gangguan gelombang kehidupan yang menerpanya ( Sad Ripu, Sapta Timira  dll ), sehingga  agar tidak  tenggelam dalam gelombang Asuri Sampad dibutuhkan pedoman hidup sebagai kompas mengarungi pasang surutnya gelombang kehidupan sebagai stabilisator hidup ;  dengan melaksanakan tiga gerak atau prilaku yang baik dan benar yang disebut 

e)    Tri Kaya Parisuda ( Manacika = pikiran, Wacika = perkataan dan Kayika = prilaku yang baik dan benar ) sebagai INPUT,  dengan strategie pelaksanaannya YANG SISTEMIK  melalui 4 jalan yaitu 

f)    Catur Marga  : Karma Marga ( prilaku terpuji ), Bhakti Marga ( sembahyang dan doa ) , Jnana Marga ( Ilmu pengetahuan ) dan Raja Marga ( tapa brata ,Yoga semadi  ) . Dengan catur marga diharapkan Tri Rna DAN tujuan manusia dapat tercapai melalui proses atau korban suci  yang disebut  dengan :g)   Panca Yadnya yaitu : Dewa Yadnya, resi yadnya, Manusia yadnya, Pitra Yadnya dan Butha Yadnya. Dengan terlaksananya Panca Yadnya maka akan terlahir manusia yang budiman ( beriman ) sebagai out put, sehingga bermanfaat ( benefit ) karena akan tercipta keseimbangan hubungan manusia dengan Hyang Widhi , hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan lingkungan.( Tri Hita Karana )

h)   Dengan kebajikan/Iman sebagai landasan utama maka tujuan manusia Hindu akan tercapai seperti halnya sebuah tangga dengan empat anak tangga. Kita menapaki anak tangga itu satu demi satu supaya kita sampai diatas dengan selamat. Kita tidak boleh melompat atau mengabaikan salah satu anak tangga. Hindu dilatih hidup dengan terencana tahap demi tahap sehingga out comenya adalah : Darma, Arta dan Kama ( Tujuan Keluarga Hindu ) sesuai kitab suci Weda ( Brahma Purana 228.45 ).

Kita awali  hidup ini dari tangga pertama yaitu : Kebajikan ( virtues ) atau kebenaran ( Darma ) sebagai landasan utama, selanjutnya tangga ke dua yaitu : Keberhasilan ( sukses ) dalam pengertian pemenuhan kebutuhan atau harta. Dari harta akan terwujud rasa kepuasan, kesenangan ( pleasure ) atau kama, tetapi kalau kita melompati salah satu anak tangga apalagi kita hanya berpijak hanya pada Arta dan Kama, maka tujuan hidup kita  akan penuh kepalsuan, kesedihan,penderitaan, kegagalan karena tidak dilandasi oleh Dharma tapi keangkaramurkaan.

i)     Apabila setiap langkah kita landasi dengan Dharma maka dampaknya ( Impact ) dan endingnya adalah : Moksartham Jagadhita Ya. ca Iti Dharma ( Kebahagiaan lahir dan bathin ). Makanya sertakan Tuhan dalam setiap Langkahmu..

Kesimpulannya :
 Input ( Darma/Tri Kaya Parisuda ), Proses ( Panca Yadnya ), Out Put ( Manusia Budiman ), Out Come ( Arta & Kama diperoleh berdasarkan Darma ), Manfaatnya / Benefit  ( Tri Hita Karana ) , Dampaknya ( Impactnya ) : kebahgian lahiriah batiniah sebagai tujuan akhir.
       
Om Santih, Santih, Santih, Om                                                     

 Pati, MARET 2010 
 I Gst Putu Suardika
 

Patung Bung Karno, Right Patung In Wrong Place ( Berharap Patung Wisnu Murti Kembali )

Om Swastiastu

Mudah-mudahan judul di atas bener, masalahnya saya nggak fasih berbahasa Inggris. Yap topik patung sekarang memang lagi hot di Tabanan Bali. Pemicunya adalah dibongkarnya Patung Wisnu Murti di kawasan Catus Pata Kediri Tabanan.. Patung yang berdiri megah bahkan baru saja dicat dengan indah kini telah menjadi puing.

Patung Wisnu Murti ini rencananya akan di ganti dengan Patung Soekarno sebagai simbol Nasionalisme dan juga sebagai identitas jalan bypass Kediri Pesiapan yang kini telah berganti nama menjadi Jalan Ir. Soekarno.

Sebuah tujuan mulia untuk mendirikan Patung seorang Proklamator Bangsa ini. Namun disini yang menjadi polemik adalah kenapa harus membongkar Patung Wisnu Murti yang sangat sakral bagi Masyarakat Bali? Tidakkah pemegang kebijakan di gumi Tabanan memikirkan perasaan masyarakat Tabanan yang mayoritas adalah umat Hindu?

Saya sendiri sangat setuju Pendirian patung Bung Karno di Tabanan, Tapi yang sangat saya tidak setuju adalah pembangunan Patung Bung Karno harus dengan membongkar simbol- simbol Hindu dan Budaya Bali. Tidakkah ada tempat lain di Tabanan ini untuk mendirikan Patung Bung Karno..Di taman kota misalnya atau di seputar Jalan Soekarno tanpa harus membongkar Patung Wisnu Murti yang merupakan simbol "Kemarahan Dewa Wisnu terhadap Keangkaramurkaan di bumi ini".

Semoga saja keangkaramurkaan tidak makin merajalela di gumi tabanan setelah dibongkarnya patung Wisnu Murti.





Tiang sebagai rakyat kecil cuma berharap kalau bisa kembalikan lagi Patung Wisnu Murti ke tempatnya semula dan bangun Patung Bung Karno di tempat yang lainnya.

Dumogi je pemimpin di Tabanan mau mendengarkan aspirasi di masyarakat demi Keajegan Gumi Tabanan.

Om Santih, Santih, Santih, Om

 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Om Swastiastu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger